Jumat, 01 Februari 2013

FANFIC SAYANG BUMI ALA L'Arc~en~Ciel!!!!!!!!!!!!

eeeee.... sumpah pas awal dikasih tugas mengarang dengan tema "sayangilah bumi" yang ada dipikiran itu cuma FANFIC.. iyaaa FANFIC.. ebuseeedddddd.. masa iya fanfic mau dikumpulin ke guru bahasa indonesia..
tapi, tapi.....gatau kenapa pas ngerjain itu malah yang kepikiran fanfic L'Arc, alhasil karangannya bisa dibilang "absurd".. sumpah absurd abis, baru pertama kali bikin fanfic, dikasih ke guru, dengan tema yang seperti itu pula!!!! arrrggghhh
gaktau mesti ngomong apalagi, mendingan runa share aja kali ya.-. jarang-jarang lagi baca fanfic yang kaya gini muahahahaaa promosiiii^^ *peace*
yaudah deh, let's begin!!!

NOTE : JANGAN ASAL DI CO-PAS AJA YAA MINNA!!! MARI COBA MENGHARGAI KARYA SESEORANG, WALAUPUN SEJELEK APAPUN ITU, KARENA KERJA KERAS ITU TAK TERNILAI HARGANYA ;) SALAM SUPER DARI RUNACHAN^^



1 Februari 2013, disaat awan-awan dan langit bersinar cerah..
“Hey, lihat!! Awannya bagus sekali, wah mesti di foto nih, jarang-jarang bisa mengabadikan saat seperti ini” teriak Ken. Cowok super update, terkenal, dan punya followers banyak di twitternya.
“Haha iya ya, coba saja ada pelangi nya. Pasti jadi pemandangan yang bagus banget!” sahut Tetsu. Cowok periang yang satu ini memang suka segala hal tentang pelangi. Eits, bukan berarti dia cowok yang dalam hal negatif. Karena menurutnya, pelangi yang berbeda warna dan menyatu menjadikan suatu hal yang indah. Yaa, perbedaan memang indah, tapi...tergantung kita nya juga sih..
“Mendingan juga dinikmati pemandangan yang kaya gini, bukannya malah foto-foto. Membuang waktu saja” sindir Yuki tenang, sambil melirik Ken yang sedak sibuk dengan gadget-nya.
“Paling nanti di-upload ke instagram. Biasa, untuk menambah tingkat eksisnya” sahutku seraya kepala menengadah ke atas langit. Pemandangan yang benar-benar indah, jarang sekali terjadi.
“Yaaa, yang kaya gini kan jarang, Hyde. Tapi dugaanmu benar juga sih, lagipula followers ku juga senang kok dengan apa yang ku upload. Karena memang berguna” ucap Ken santai tanpa melihatku. Ia masih sibuk dengan gadgetnya. Mengedit foto itu ke efek yang lebih bagus, agar menambah citra seni dari gambar tersebut.
“sudah yuk, pulang. Nanti keburu siang, aku masih ada les nih” erang Tetsu memaksa. Paksaan itu jelas tertuju pada Ken, yang masih diam ditempat, sibuk dengan benda asing itu.
“ya sudah, ayo. Ken, kau mau ikut, tidak? Tinggal nih” ancam Yuki yang sudah mulai terlihat tidak sabar.
“ennggg.... iya iya, ayo” Ken bangkit dengan sangat malas, terlihat sekali kekecewaan diraut wajahnya. Pasti dia belum selesai berkutat di dunia maya.
Kami pun berjalan dibawah terik sinar matahari. Panas sekali hari ini, panas yang sangat menyengat, kalau berlama-lama bisa terbakar. Tak lama kemudian, terdengar keluhan..
“waahhh, panas sekali yaa hari ini! Aduh aku lupa bawa jaket, pula! Lama-lama bisa hitam nih” ternyata yang mengeluh si Tetsu. Memang, diantara kami bertiga, kulit dia lah yang paling terawat. Pantas saja banyak yang bilang dia cantik, padahal kan dia cowok.....
“halah, baru gini aja sudah mengeluh. Bagaimana kalau “disana” nanti” sambungku..
“hah? Apa maksudmu dengan kata “disana” Hyde?” tanya Tetsu yang membuatku sedikit tersenyum kecil. Hehe aku memang usil.
“Sudah-sudah jangan ribut begini dong. Kan nggak baik. Nih, aku bawa jaket kok, Tetsu. Bisa kamu pakai” ucap Yuki tenang. Entah kenapa, Yuki ini memang satu diantara kami bertiga yang mempunyai sifat tenang, tidak terburu-buru, sabar, dan tentu nya mau mengalah. Sifatnya dewasa sekali mengingat umur kami yang masih 15 tahun.
“Kenapa bisa panas banget begini ya?” ucapku dengan bertanya-tanya.
“tak pelak lagi, nama nya global warming yang artinya pemanasan global” jelas Yuki.
“pemanasan global?” tanya Tetsu
“apa itu?” sambungku
“suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosferlaut, dan daratan Bumi” jawab Yuki
“apa penyebab dari pemanasan global?” tanyaku penasaran.
“hmmm.. penyebab utama nya ialah manusia” jawab Yuki lagi dengan tenang.
“HAHHH??? MANUSIA?” astaga, si Tetsu berteriak sangat histeris. Hampir semua orang yang ada disekitar kami, mengalihkan pandangannya. Aduh, Tetsu...
“sssttt.....jangan teriak gitu dong Tetsu. Iya, manusia. Manusia itu kan sering berpergian menggunakan motor ataupun mobil, asap dari kendaraan tersebut menyebabkan semakin menipisnya lapisan ozon di bumi, sinar ultraviolet yang seharusnya memantulkan sinar matahari jadi gak bisa, sehingga panasnya matahari berasa banget sampai sini” terang Yuki. Entah kenapa, aku dan Tetsu hanya bisa diam mendengar jawabannya. Kali ini, Yuki benar-benar terlihat seperti ilmuwan. Ucapannya sangat bijak sekali.
“oooo.... jadi gitu” aku hanya bisa menganggukan kepala saja. Sekaligus otak ini mencerna satu persatu perkataan Yuki.
“Udah. Cuma itu doang?” pertanyaan selanjutnya dari Tetsu.
“Ya nggak lah, masih banyak lagi” sontak kami semua kaget. Sepertinya topik pembicaraan kami mulai “panas”. Sosok yang sedaritadi berkutat dengan benda tak-kenal-waktu itu mulai berbicara.
“yaa kaya penebangan pohon-pohon secara liar. Pohon itu kan penghasil oksigen yang dibutuhkan manusia. Kalau pohon ditebang terus, bisa-bisa bumi kiamat!” ucap Ken santai. Namun, kalimat terakhirnya itu seperti bumerang yang menghujam jantungku. Iya, aku takut.
“yaa, benar kata Ken. Bukan cuma itu juga kok. Kalian tau efek rumah kaca?” tanya Yuki menatap kami semua.
“enggak. Apa tuh?” sahut Tetsu semangat. Terlihat aku masih pucat karena perkataan Ken tadi.
“penyebab lain dari pemanasan global. Menggumpalnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, Co, gas metan, CFC dan sebagainya, sehingga panas sinar matahari tidak diserap seutuhnya oleh bumi dan dipantulkan kembali ke luar angkasa. Yaa, intinya sih, kita nggak perlu pakai pewangi, pendingin ruangan, dan lainnya” jawaban Yuki benar-benar akurat. Pantas saja, nilai IPA nya selalu hampir mencapai  100.
“Lalu....ba..ba..bagaimana cara men-ce-gah-nya?” ucapanku menjadi gagap, aku masih kaget dengar pernyataan Ken tadi. Aku berharap agar ada pencegahannya karena aku benar-benar ingin mencegah ki... ah, entah lah, pokoknya kata yang tidak menyenangkan itu.
“mencegahnya itu yaa seperti melakukan penghijauan, mengurangi produksi sampah organik, mengurang pemakaian plastik, menghemat energi. Juga, untuk terus menjaga eksositem di bumi ini, kita semua harus menjaga, merawat, membudidayakan hewan-hewan yang hampir punah, karena akan merusak ekosistem alam kita” jelas Ken panjang lebar. Bersyukur sekali, dia tidak mengucapkan kata-kata yang membuat bulu kudukku merinding lagi.
“hmmm... aku mulai mengerti sekarang. Semua kembali ke alam. Istilah kerennya, Back To Nature!!!” ucap Tetsu semangat.
“Nah, betul itu!!” sahut Yuki mantap sambil mengacungkan kedua ibu jari nya.
“tapi apa itu semua benar-benar bisa mencegahnya?” giliran aku yang bertanya. Pembicaraan ini mulai terlihat serius.
“tentu saja. Walaupun baru segelintir orang yang melakukannya, semoga saja akan berdampak pada semuanya. Karena perubahan besar terjadi mulai dari hal kecil. Sekecil apapun tindakan kita untuk mencegah pemanasan global, itu sangat berarti untuk bumi kita tersayang ini” tegas Ken. Kenapa Ken tahu semua nya? Apa jangan-jangan sebenarnya dia juga cerdas seperti Yuki. Haha iya, Ken kalau dikelas selalu mendapat masalah dengan guru, karena dia yang malas belajar. Kerjaannya hanyalah bermain handphone saja. Apa tak bosan ya?
“ehm... misalnya seperti kita sekarang ini? Yang sedang berjalan kaki menuju rumah masing-masing. Apakah berpengaruh?” tanyaku dengan suara merendah.
“ya!! 100 untukmu Hyde. Lagipula sekarang banyak kok yang melakukan cara seperti kita ini. Ada yang bersepeda, berjalan kaki, menaiki kuda, naik becak juga mungkin ada” ucap Ken dengan selingan canda
“hahaha, bisa saja kau, Ken” terdengar tawa Tetsu yang membuat keadaan sedikit mencair.
“yaa, lebih baik kita sering-sering seperti ini, kan sekaligus mencegah pemanasan global” kata Yuki santai.
“wah, bisa besar betisku lama-lama kalau begini. Tidak mau! Tidak mau! Tidak mauuu!!!” erang Tetsu yang membuat kami semua langsung tertawa. Dia memang sangat khawatir bila ada apa-apa yang terjadi pada dirinya. Dasar, Tetsuya. Akhirnya, kami pulang ke rumah masing-masing, aku tahu, pasti setelah ini, Tetsu langsung pergi bersiap untuk berangkat les, Yuki pasti akan langsung mngerjakan PR untuk besok, kalau Ken dia pasti sedang asik bermain game saat ini, yaa dia memang yang paling “melek” teknologi, sedangkan aku...hmmmm aku mulai mempelajari sesuatu...
Dari sini aku mendapat pelajaran baru, bahwa kita harus menyayangi bumi kita, bumi yang kita pijak ini. Karena kalau tidak, akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Lakukan dari sekarang untuk masa depan. Karena masa depan dunia ada di tangan kita masing-masing J

THE END


Tidak ada komentar:

Posting Komentar